Studi Kekuatan Mortar Geopolimer Sebagai Bahan Pembuatan Agregat Kasar

Salam, Ferdi (2025) Studi Kekuatan Mortar Geopolimer Sebagai Bahan Pembuatan Agregat Kasar. Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Jaya.

[img] Text
1. Pendahuluan.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. Abstract.pdf

Download (101kB)
[img] Text
3. Abstrak.pdf

Download (101kB)
[img] Text
4. Daftar Isi.pdf

Download (240kB)
[img] Text
5. Daftar Gambar.pdf

Download (114kB)
[img] Text
6. Daftar Tabel.pdf

Download (116kB)
[img] Text
7. Daftar Lampiran.pdf

Download (120kB)
[img] Text
8. BAB I.pdf

Download (265kB)
[img] Text
9. BAB II.pdf

Download (642kB)
[img] Text
10. BAB III.pdf

Download (888kB)
[img] Text
11. BAB IV.pdf

Download (737kB)
[img] Text
12. BAB V.pdf

Download (116kB)
[img] Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (227kB)
[img] Text
14. Lampiran.pdf

Download (1MB)
[img] Text
SPT-I-03-PERPUS-POB-02-F-06 Berita Acara Unggah Mandiri KTI Mahasiswa[1].pdf

Download (641kB)
[img] Text
Plagiarisme dengan dosen pembimbing.pdf

Download (441kB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi gedung maupun infrastruktur, beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan dibandingkan material konstruksi lainnya seperti kayu, alumunium, dan lain-lain. Permintaan volume beton seiring waktu semakin bertambah dikarenakan adanya perkembangan pembangunan infrastruktur di 7 dalam 10 tahun terakhir Dalam campuran beton agregat kasar mengisi ruang berkisar 60-70% dari berat semen dan pasir, sebagai contoh mix desain untuk beton fc`30 MPa per m3, diperlukan semen 400 kg, agregat halus (pasir) 792 kg, agregat kasar (kerikil) 1011,48 kg dan air 140,28 kg. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian agregat halus, kasar, kuat tekan, dan abrasi. Molaritas yang dipakai untuk membuat sampel tersebut 6M. Pada grafik hasil pengujian tersebut menyatakan bahwa agregat FA memiliki kinerja terbaik dengan persentase berat hancur yang sangat rendah, yaitu hanya sekitar 7% hingga 8%. Daya tahan ini menunjukkan bahwa FA memiliki struktur material yang padat, porositas yang minimal. Nilai abrasi SP, yang berkisar antara 84% hingga 85%, SF menunjukkan daya tahan yang paling rendah dan relatif rapuh di bandingkan dengan FA dengan SP. Agregat ini kemungkinan besar tidak memiliki kohesi struktural atau memiliki tingkat porositas yang lebih tinggi. Pada penelitian kali ini dari ketiga sampel yang diuji agregat kasar buatan dengan campuran fly ash 100% memiliki berat jenis rata-rata 3,05 g/cm3 penyerapan air sebesar 4.5% dan keasusan sebesar 92% hasil ini menunjukkan material tersebut tidak memenuhi standar SNI 2417:2008 dan pada pengujian kuat tekan mortar geopolimer mencapai kuat tekan tertinggi pada FA sebesar 10 MPa dengan suhu curing 80oC dan SF mencapai 8,4 MPa dengan suhu curing 80oC.

Item Type: Karya Tulis Ilmiah (KTI) (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Mortar, Agregat kasar, perawatan
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknologi dan Desain > Teknik Sipil
Depositing User: Ferdi Salam
Date Deposited: 14 Feb 2025 08:13
Last Modified: 17 Feb 2025 02:02
URI: http://eprints.upj.ac.id/id/eprint/10827

Actions (login required)

View Item View Item