Bentuk-bentuk Strategi Self-Presentation pada Tokoh Serial Televisi Berbasis Kisah Nyata (Analisis Isi Kualitatif Karakter Anna Sorokin dalam Serial Netflix Inventing Anna)

Ferdiansyah, Muhammad Andhika (2024) Bentuk-bentuk Strategi Self-Presentation pada Tokoh Serial Televisi Berbasis Kisah Nyata (Analisis Isi Kualitatif Karakter Anna Sorokin dalam Serial Netflix Inventing Anna). Undergraduate thesis, Universitas Pembangunan Jaya.

[img] Text
1. PENDAHULUAN.pdf

Download (231kB)
[img] Text
2. ABSTRACT.pdf

Download (138kB)
[img] Text
3. ABSTRAK.pdf

Download (151kB)
[img] Text
4. DAFTAR ISI.pdf

Download (120kB)
[img] Text
5. DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (185kB)
[img] Text
6. DAFTAR TABEL.pdf

Download (95kB)
[img] Text
7. DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (94kB)
[img] Text
8. BAB I.pdf

Download (388kB)
[img] Text
9. BAB II.pdf

Download (343kB)
[img] Text
10. BAB III.pdf

Download (331kB)
[img] Text
11. BAB IV.pdf

Download (3MB)
[img] Text
12. BAB V.pdf

Download (107kB)
[img] Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (188kB)
[img] Text
14. LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text
15. Berita Acara Unggah Mandiri.pdf

Download (280kB)

Abstract

Serial TV yang mengangkat kisah nyata menjadi lebih menarik karena menceritakan sosok dengan kisah fenomenal. “Inventing Anna” diangkat dari kisah wanita imigran Rusia yang menjadi sosialita gadungan di kota New York. Anna Sorokin ditampilkan sebagai wanita yang rasional dalam melakukan manejeman kesannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk strategi self presentation pada karakter Anna Sorokin dalam Serial TV Netflix Inventing Anna. Teori Self Presentation dari Jones & Pittman merupakan konsep utama yang menjadi pisau analisis dalam penelitian. Konsep ini meliputi kategori ingratiation, self promotion, exemplification, intimidation, dan supplication. Penelitian ini menggunakan paradigma postpositivisme dan metode analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 48% scene yang menampilkan strategi self presentation dengan kategori intimidation dan self promotion yang paling dominan. Intimidation berdampak menciptakan kesan perempuan yang memiliki kekuatan, dengan risiko sebagai sosok yang kejam. Sedangkan, self promotion berdampak menciptakan kesan perempuan kompeten yang mampu membangun bisnisnya sendiri, dengan risiko sebagai sosok yang curang untuk kepentingan pribadi. Adapun emosi yang diciptakan, yaitu intimidation menimbulkan perasaan takut. Sedangkan, self promotion menimbulkan perasaan kagum kepada Anna. Kedua kategori tersebut merupakan representasi dari konsep Dramaturgi yang menjelaskan bahwa interaksi manusia adalah refleksi dari sebuah panggung drama, layaknya seorang aktor yang memainkan sebuah peran untuk menciptakan kesan tertentu.

Item Type: Karya Tulis Ilmiah (KTI) (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Self Presentation, Dramaturgi, Serial TV, Analisis Isi Kualitatif.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Humaniora dan Bisnis > Prodi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Muhammad Andhika Ferdiansyah
Date Deposited: 01 Feb 2024 01:19
Last Modified: 01 Feb 2024 01:19
URI: http://eprints.upj.ac.id/id/eprint/7678

Actions (login required)

View Item View Item